Sebuah hotel di Jepun memberikan layanan yang lain dari biasanya, yakni menyimpan jenazah di peti mati yang berpendingin sehingga keluarga mayat dapat mengunjunginya setiap waktu.
Terletak jauh di pinggiran kota Yokohama Jepun penginapan aneh ini terlihat layaknya sebuah penginapan kecil biasa di kota tersebut. Namun ini bukanlah sebuah penginapan normal, tapi sebuah hotel untuk orang yang telah mati.

Seorang Staf di Hotel Lastel di Yokohama sedang melayani salah satu tamu
Ke-18 tamu di hotel Lastel ini yang semuanya merupakan mayat, berada didalam peti mati berpendingin, dimana keluarga membayar ¥ 12.000 guna menunggu giliran untuk dikremasi pada krematorium kota yang over kapasiti.

Bisnis yang sedang meletup : Seorang biksu terlihat melewati Hotel mayat di Yokohama
Namun uniknya, pasangan muda yang tidak menaruh curiga masih saja datang mengetuk di malam hari, mencari tempat untuk bermalam.

Mayat dalam hotel ini disimpan dalam peti mati berpendingin

“Kami mengatakan kepada mereka kami hanya punya ruangan yang dingin,” kata pemilik Hisayoshi Teramura sambil mengatakan bahawa bisnis ini menjadi hebat di ekonomi Jepun.
Orang Jepun mengeluarkan biaya rata-rata 1,2 juta yen untuk bunga, guci, peti mati serta belanja pemakaman lainnya, dua kali ganda dari rata-rata yang dihabiskan warga Amerika untuk pemakaman setiap tahunnya.
Hotel ini bergantung pada sistem penyimpanan automatik yang tersembunyi dari pelayat di belakang jendela dengan bingkai berbentuk kotak bunga.
Hotel itu menyimpan dan membekukan mayat yang berada dalam peti mati, kemudian mengirimkan mereka melalui palka ke sebuah ruangan khusus yang digunakan para pelayat untuk melihat jenazah, baik siang atau malam hari, atau setiap kali teman dan keluarga datang untuk memberikan penghormatan.
Sumber : dailymail
![]()