November 01, 2011
Bra Dipenuhi Berlian...Wow!!!

Fantasy Treasure Bra adalah lingerie yang dikeluarkan Victoria”s Secret di 201 dan diciptakan oleh London Jewelers dan telah diperlihatkan pertama kali di Victoria"s Secret Lexington Avenue Store pada 19 Oktober 2011 di New York City.
Bra 270 karat ini terdiri dari 3400 batu berlian termasuk berlian putih dan kuning 142 karat, mutiara-mutiara dan batu permata berwarna aquamarine – dimana semua batu-batu itu tertatah di emas kuning dan putih 18 karat.
Bra ini diperkirakan bernilai $ 2.5 Juta USD dan bakal diperagakan oleh Miranda Kerr .
Bra ini sendiri sebenarnya bukanlah bra buatan Victoria“s Secret yang paling mahal kerana di 2000 lalu, Gisele Bundchen pernah mengenakan lingerie Red Hot Fantasy Bra and Panties, yang dinobatkan sebagai Lingerie Termahal sedunia yang pernah dibuat dengan nilai $ 15 Juta.
Kisah Malaikat Jibrail dan Kota Atlantis
Pada waktu dahulu,ada satu bangsa yang paling bijaksana dan paling kejam di atas muka bumi ini. Bagi mengenal pasti bangsa tersebut, Allah SWT telah mengutuskan 2 drpd 8 malaikat yg memegang kusi-Nya iaitu Jibrail. Jibrail lantas turun ke bumi dan menyamar sbg seorang lelaki muda dan bertanya kepada setiap bangsa yang dijumpainya dengan soalan "Dimanalah Malaikat Jibrail berada sekarang"?
Read more ...
Namun semua bangsa yang ditemuinya gagal menjawab dengan betul.
Ketika di benua Atlantis,Malaikat Jibrail bertemu dengan seorang budak lelaki dalam lingkungan usia 10 tahun yang sedang seronok mandi di sungai (macam Aini Ahmad mse reunion rye ri2 kot..smpai lemas2...)Lantas Jibrail bertanya kepada budak itu, "Salam,di negeri ini siapakah yg paling bijaksana sekali?" "Salam,Zanun" katanya
"Bolehkah tunjukkan dimana saya boleh berjumpa dengannya?"
"Ada apa urusan saudara ingin berjumpa dengannya?"
"Saya ingin bertanya dimanakah Malaikat Jibrail berada sekarang"
"Kalau setakat ingin bertanya dimanakah Malaikat Jibrail berada sekarang,tidak perlulah bertanya kepada Zanun. Seluruh penduduk Atlantis tahu di mana Malaikat Jibrail berada" Jawab budak tersebut..
"Kalau begitu baiklah,saya bertanya kepada kamu,di manakah Malaikat Jibrail berada sekarang?"
Lalu budak itu memandang ke langit lalu berkata, "Oh,Malaikat Jibrail tiada di langit", ia memandang air sungai yang mengalir, "Oh,Malaikat Jibrail tiada di dalam air" dan seterusnya memandang tepat ke muka pemuda di hadapannya dan berkata, "awaklah Malaikat Jibrail itu"
Setelah memberikan salam,Malaikat Jibrail naik ke langit untuk mempersembahkan penemuannya kepada Allah SWT lalu Allah SWT menenggelamkan benua Atlantis.
Nape orang Atlantis begitu begitu pandai sekali??nape?ko jawab aini..
Jawapan tuh ada sekarang neh..AL-QURAN. Al-Quran adalah punca kepada semua ilmu dan asal punca kepada segala penemuan umat Islam. Sepatutnya kita sebagai umat Islam ni la yang menguasai dan mendominasikan penemuan mengenai ilmu berkaitan graviti dan cahaya. Tapi,semenjak Islam lemah tiada lagi penemuan baru yang dicatatkan.
Sebagai contoh,hukum cahaya disebut sebagai Tafra ada lima setakat ini. Tapi hukum cahaya yang berjaya ditemui oleh kita setakat ini baru satu iaitu cahaya bergerak lurus. Tetapi bagi orang Atlantis,mereka berjaya menguasai hukum Tafra sehingga ke tahap yang kedua sehingga menyebabkan mereka mempunyai pandangan yang istimewa yang mampu menembusi langit kedua.
Bagi mereka yang mengetahui kelima-lima hukum Tafra ini,mereka boleh menghablur dan menjelma semula selagi cahaya masih sampai. Sahabat Nabi Sulaiman, Al-Qundi memindahkan Istana Balqis menggunakan kaedah ini. Tetapi dia mendapat ilmu ini ketika Tuhan Mizan (semua planet tersusun dalam satu garisan lurus) , ketika ini Allah SWT akan membuka 1 atau 2 daripada rahsiaNya.
Ada juga beberapa wali Allah yang mendapat ilmu ini daripada Al-Quran rasanya salah seorangnya Ibnu Arrabi. Waallahualam..
Jadi kita sebagai umat dan orang Islam sepatutnya sentiasa mengambil kesempatan untuk sentiasa mendalami ilmu Al-Quran. Aku berpesan kepada semua dan diriku juga. Untuk pengatahuan umum,satu tempat dimana cahaya tidak boleh sampai ialah sudut di bahagian angkasa yang disebut lubang hitam atau The Black Hole. Malaikat diciptakan daripada cahaya,jadi dikatakan malaikat juga tidak mampu untuk sampai ke sana. Bidang astronomi angkasa lepas sangat menarik untuk dikaji. Tiada rugi untuk kita sama-sama mendalaminya. Astronomi dan ilmu berkaitan angkasa lepas adalah topik yang paling aku suka baca dan belajar. Jangan bayangkan seluas mana luasnya ruangan angkasa kita ini kerana kita tidak mampu untuk membayangkan keluasannnya. Jika kita mampu untuk begerak sepantas cahaya,belum tentu untuk kita sampai ke hujungnya.
Bagaimana pula jika kita dapat menguasai kelima-lima Hukum Tafra tersebut? Anda jawab
Nebula
Nebula (Latin: "awan") merupakan awan antara bintang yang terdiri daripada debu, gas, dan plasma. Pada awalnya nebula merujuk pada nama umum yang diberikan untuk semua objek astrologi yang terbentang di langit, termasuk galaksi di luar Bima Sakti (beberapa contoh penggunaan nama lama masih digunakan seperti Galaksi Andromeda dirujuk sebagai Nebula Andromeda sebelum galaksi ditemui oleh Edwin Hubble).
Pembentukkan Nebula
Kawasan H II merupakan tempat kelahiran bintang-bintang. Ia terbentuk ketika awan molukel yang sangat besar meletup dengan disebabkan oleh daya gravitinya sendiri. Seringkali kejadian ini disebabkan oleh pengaruh letupan supernova yang berada berdekatannya. Apabila awan meletup dan berkecai, ia membentuk sehingga ratusan bintang baru. Bintang yang baru terbentuk mengionkan gas yang ada di sekitarnya lalu terciptalah nebula pancaran.
Nebula juga terbentuk disebabkan oleh kematian bintang. Sebuah bintang yang sedang mengalami perubahan ke tahap bintang kerdil putih dan memancarkan bahagian paling luarnya untuk membentuk nebula plenat. Nova dansupernova juga dapat menciptakan nebula yang dikenal sebagai sisa-sisa nova dan sisa-sisa supernova.
Sesungguhnya apa yang berlaku diluar pemikiran manusia yang kerdil seperti kita ini.
MasyaAllah
Besarnya kekuasan Allah SWT : SUmber : http://notepad69.blogspot.com
Langit Menurut Al-Quran
Dalam Al-Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit
Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Atmosfera yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.
Fungsi pelindung dari atmosfera tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita.
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.(http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.
Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".
Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.
Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.
Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.
Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.
Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.
Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah. : Sumber :
Atmosfera yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.
Fungsi pelindung dari atmosfera tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.
Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita.
Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.(http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)
Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.
Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.
("Demi langit yang mengandung hujan." (Al Qur'an, 86:11)
Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".
Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.
Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.
Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.
Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.
Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.
Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah. : Sumber :
