January 13, 2012

Perhh !! Tergamak Sembunyikan Mayat Anak Sendiri Dalam Timbunan Sampah



Seorang wanita di Inggris membiarkan rumahnya dipenuhi sampah selama berbulan-bulan. Parahnya lagi, dia menyembunyikan mayat seorang anak kecil, yang ternyata anaknya sendiri, di antara tompokan sampah tersebut. Mengerikan!


 Kimberly Hainey (37), nama wanita tersebut, dinyatakan bersalah oleh pengadilan atas tuduhan pembunuhan terhadap anaknya sendiri, Declan, di rumah mereka di Paisley, Renfrewshire. Demikian seperti diberitakan oleh Daily Mail, Khamis (12/1/2012).


 Kimberly dinyatakan bersalah kerana tidak melaporkan kematian anaknya kepada pihak polis mahupun pihak berkuasa setempat. Kimberly dengan sengaja menyembunyikan jasad buah hatinya di rumah tersebut, dengan berpura-pura bahawa anaknya masih hidup selama berbulan-bulan.


 Kimberly selalu berdalih sang buah hati tengah diasuh oleh keluarganya yang lain. Dia juga kadang menyebut, anaknya tengah berada di pusat penjagaan anak. Orang-orang yang ada di sekitar Kimberly pun percaya saja dengan ucapannya ini.


 Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Glasgow, Kimberly dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan, yakni dengan sengaja membuat anaknya sakit, mengabaikan dan meninggalkan anaknya yang masih kecil serta memperlakukannya dengan tidak berperikemanusiaan hingga sang anak menderita dan berakhir dengan kematian.


 Pengadilan menyebutkan, Kimberly meninggalkan Declan sendirian di rumah dalam waktu yang sangat lama, tanpa memberikan makanan dan minuman yang memadai. 


 Dalam foto-foto yang dirilis oleh jaksa, terlihat keadaan rumah Kimberly yang dipenuhi dengan lautan sampah. Hampir di setiap ruangan, mulai dari ruang tamu, bilik tidur, hingga dapur, semuanya dipenuhi sampah. Salah satu foto menunjukkan buaian bayi dan kotak mainan yang dipenuhi botol plastik dan sampah bungkus makanan. Terlihat juga jejeran botol susu bertaburan di atas radiator pemanas ruangan.


 Penyebab pasti kematian Declan memang belum diketahui. Namun dari keterangan para saksi , Declan terakhir kali terlihat saat dia berusia 15 bulan. Padahal jasad Declan ditemukan di dalam buaian bayi pada 30 March 2010 lalu, di mana usianya menginjak 23 bulan. Para ahli memperkirakan Declan sudah tak bernyawa sejak 8 bulan sebelum jasadnya ditemukan.


 Detektif dari Kepolisian Strathclyde, Inspektur Maxine Martin, menyebut kasus kematian balita ini sebagai kasus yang tragis. "Pembunuhan Declan Hainey ini sangat mengerikan, kasus yang tragis," ucapnya.


 "Anda tidak boleh memahami bagaimana penderitaan Declan, tidak ada juga yang boleh mengerti mengapa seorang ibu sanggup melakukan hal seperti ini terhadap buah hatinya sendiri, anak yang tidak berdaya," tegasnya.


 Kimberly dijadualkan menghadapi sidang pembacaan tuduhan pada Khamis (12/1) waktu setempat di Pengadilan Tinggi Glasgow. Jaksa juga meminta agar dilakukan penyelidikan lebih lanjut, atau yang juga disebut Fatal Accident Inquiry (FAI), terhadap penyebab kematian anak kecil tersebut.